aku singgahkan punggung di tembok itu
malam-seorang-dingin
cukup berbalut sarung
aku suka begitu
memori terobos ke belakang -jauh
putih hitam putih hitam
segala aku jejak semula
cigar kini tinggal abu
hanya sedutan pertama singgah di lohong tekak
baru aku tahu aku rindu masa itu